A. SEJARAH DESA MASANGANKULON
Desa Masangankulon merupakan salah satu Desa yang berada wilayah Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo yang Masyarakatnya bermata pencaharian di bidang pertanian, buruh industri, pegawai swasta yang mempunyai karakter masyarakat sesuai adat timur yaitu sopan, beretika dan religius, jumlah penduduk yang terus bertambah dari tahun ke tahun sehingga merupakan daerah yang berpenduduk sangat padat dengan tingkat pendidikan yang bervariasi mulai tamat SD sampai dengan Perguruan Tinggi, tingkat kesehatan masyarakat Desa Masangankulon cukup baik karena ditunjang dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai serta kesadaran masyarakat yang cukup tinggi tentang arti kesehatan. Jarak desa Masangankulon ke ibu kota Kecamatan Sukodono yang relatif dekat sehingga mempengaruhi pola dan tingkah laku masyarakat Desa. Desa Masangankulon terdiri dari 3 Dusun, yaitu Dusun Masangankulon, Dusun Peterongan dan Dusun Kecipik yang mempunyai adat dan cerita yang berbeda – beda.
B. ASAL-USUL DESA MASANGANKULON
Masangankulon sebagai desa dengan jumlah penduduknya sekitar 3500 KK (kepala keluarga) terletak sebelah utara kota Kabupaten Sidoarjo dengan jarak sekitar 10 km yang mayoritas pendudunya adalah warga urban, sebagai masyarakat yang tingal daerah pinggiran, penduduk Masangankulon yang awalnya kebanyakan berprofesi sebagai petani, namun seiring dengan perjalanan zaman, tidak sedikit sekarang masyarakat Masangankulon yang berwiraswasta ataupun menjadi buruh industry. Keberadaan desa Masangankulon yang sekarang sudah mapan baik secara ekonomi, pendidikan maupun fasilitas umum.
Tidak banyak yang tahu tepatnya sejak tahun berapa desa Masangankulon resmi berdiri, tapi yang pasti jauh sebelum merdeka desa Masangankulon sudah berpenghuni bahkan sudah berdiri pemerintahan. Nama Masangankulon menurut beberapa sumber adalah diambil dari pecahan wilayah yang dulu secara utuh disebut masangan dari kata pasangan (tumbal). Hal ini di dasari karena wilayah yang sekarang di kenal sebagai desa masangankulon dan masanganwetan adalah hutan yang dimana hewan yang tinggal disana sangat banyak dan menjadi lahan berburu yang potensial, hal ini membuat wilayah ini menjadi rebutan sehingga banyak di lakukan pasangan atau tumbal-tumbal batas untuk membagi wilayah perburuan.
Tokoh dibalik berdirinya desa Masangankulon
Mbah Togar (Mbah Berintik)
Kalau dilihat dari namanya Mbah Togar nampak seperti orang Jawa berrambut ikal / berintik dalam bahasa jawa. beliaulah orang yang diyakini oleh masyarakat Masangankulon sebagai orang yang pertama membuka lahan sebagai cikal bakal desa Masangankulon ini, mengenai siapa orang tuanya tidak banyak yang tahu. Sebagai orang yang membuka lahan baru, tentunya Mbah Togar bukanlah orang sembarangan, karena beliau adalah saudara dari demang yang memimpin di kademangan terung yang sekarang secara administratif berada di wilayah kecamatan krian.
Pertama kali beliau membuka lahan yang tentunya kondisinya belum berpenghuni saat itu, beliau diutus oleh demang terung untuk menjaga wilayah ini yang masih merupakan wilayah kekuasaan kademangan terung, hal ini dilakukan karena dulunya wilayah ini adalah sungai yang menjadi jalur perdagangan dan lalulintas orang yang ramai atau banyak di lewati orang. Keberadaan mbah togar sebagai penjaga wilayah membuat orang-orang yang lewat merasa tenang dan aman, bahkan lambat laun wilayah masangankulon muncul pasar yang terus berkembang pesat.